Blog Archives

SAAT YESUS UBAH HIDUP MICHAEL

SAAT YESUS UBAH HIDUP MICHAEL

By : Cerita Alkitab

Hari ini Sekolah Harapan akan mengadakan pesta perayaan natal. Semua anak menyiapkan diri untuk menyambut hari natal. Semua memakai baju baru, sepatu baru, semua serba baru.

Begitu pula dengan Michael. Michael adalah salah satu murid dari Sekolah Harapan yang top di sekolahnya, karena ia bandel, suka ngerjain orang, tukang nyontek, bahkan sombong. Hari ini, ia membawa sekarung hadiah natal untuk teman-teman dekatnya.

“Akulah Bos Michael. Siapa yang berteman denganku akan mendapat hadiah natal!” seru Michael di dalam kelas dengan bangga.

Posted in Ajaran Kristen, Baca Alkitab, Bahan Cerita Sekolah Minggu
Tags: , ,

SAATNYA PASTI TIBA

SAATNYA PASTI TIBA

by: cerita alkitab “Huh… Kak Susi jahat! Menyebalkan!” Anita berjalan pulang sambil menggerutu. Semakin ia teringat akan peristiwa yang terjadi di sekolah minggu, semakin kesal hatinya. Sebenarnya Anita suka sekali ke sekolah minggu. Puji-pujian, Firman Tuhan maupun permainan yang ada, semua disukainya. Pagi tadi Anita berangkat ke sekolah minggu dengan riang gembira. “Selamat pagi, adik-adik yang manis,” Kak Susi memberi salam ketika sekolah minggu  akan dimulai. “Selamat pagi, Kak Susi ,” sahut anak-anak. Sekolah minggu dimulai dengan menyanyikan lagu Jesus love me. Itu lagu kesukaan Anita. Pujian demi pujian dinyanyikan dengan gembira. Lalu tiba saatnya untuk mendengar Firman Tuhan. Seperti biasa Kak Susi akan memilih seorang anak untuk membantunya memasangkan gambar alat peraga di papan flanel. Anita menunggu dengan hati berdebar, dia berharap dia yang akan dipilih. “Budi, kamu maju ke depan,” Kak Susi menunjuk anak laki-laki yang bernama Budi, “tolong Kakak memasang gambar-gambar ini!” Anita merasa sangat kecewa. “Mengapa bukan aku yang terpilih? Budi ‘kan sudah pernah membantu Kak Susi sekali, sedangkan aku belum pernah,” Anita menggerutu dalam hatinya. Firman Tuhan diceritakan oleh Kak Susi dengan menarik, namun Anita sama sekali tidak memperhatikannya. Dia sibuk dengan pemikirannya sendiri. “Sekarang, mari kita memberikan persembahan,” ajak Kak Susi pada anak-anak. “Anita, hari ini kamu yang membawa kantong kolekte,” kata Kak Susi pada Anita yang dilihatnya melamun sejak tadi. Dengan segan Anita bangkit berdiri menjalankan kantong kolekte itu dengan wajah cemberut. “Adik-adik, Kakak akan memberitahukan siapa yang akan  membantu Kakak memimpin pujian minggu depan,” kata Kak Susi kemudian. Anita kembali berharap. Ia ingin sekali ditunjuk untuk membantu Kak Susi. “Kamu, Lilis!” kata Kak Susi. Lilis yang ditunjuk tersenyum dan mengangguk. “Itu benar-benar keterlaluan!”cerita Anita kepada Mamanya sesampainya ia di rumah. “Tadi Budi, minggu depan Lilis! Lalu giliranku kapan? Aku tidak mau selalu membawa  kantong kolekte. Bosan! Masa tugasku terus-menerus membawa kantong kolekte? Aku ingin tugas yang lain, misalnya membantu Kak Susi memimpin pujian. ‘kan bangga rasanya bisa berdiri di depan kelas.” Anita menuangkan rasa tidak puasnya pada Mamanya. “Sekarang Mama mau tanya, apa kamu tidak merasa bangga dipilih untuk menjalankan kantong kolekte?” kata Mama. “Ng…, memang pada awalnya aku merasa bangga, tapi sekarang tidak lagi,” jawab Anita dengan suara lebih pelan. “Menurutmu mana yang membuat Tuhan lebih senang: membawakan kantong kolekte atau menjadi pemimpin pujian?” uji Mama. Anita menjawab dengan cepat, “Menjadi pemimpin pujian, dong.” “Dua-duanya sama! Dua-duanya sama-sama melayani Tuhan! Yang paling penting, bagaimana sikap hatimu pada waktu kamu melakukan tugasmu itu. Tuhan melihat dan mengetahui isi hatimu. Jika kamu merasa bangga menjadi pemimpin pujian karena bisa berdiri di depan kelas, hati-hatilah. Jangan-jangan kamu ingin dikagumi orang. Kalau begitu bukan Tuhan yang kamu layani, tetapi dirimu sendiri. Itu sama sekali salah! Melayani Tuhan harus dengan hati yang bersih, tulus, tidak ada maksud lainnya. Jika kamu setia pada hal-hal yang kecil dan melakukannya dengan tulus, Tuhan pasti akan mempercayakan hal yang lebih besar. Kapan saja Tuhan dapat memakaimu melakukan tugas yang kamu inginkan,” jelas Mama. Anita mengerutkan keningnya, berusaha untuk memahami kata-kata Mamanya. Mama mengelus kepala Anita dan berkata, “Ya, Anita, banyak sekali hal yang harus kita pelajari dalam hidup ini, termasuk belajar melayani Tuhan dengan tulus dan setia.” Cerita Oleh : Kak Meili                                                                                                                                                 Illustrasi Oleh : Kak Meliza

Posted in Bahan Cerita Alkitab
Tags: , ,

AKU BERHARGA, LHO

AKU BERHARGA, LHO

By : Cerita Alkitab

Pada hari libur, Timmy diajak ibunya pergi ke pasar. Ia melihat banyak pedagang yang menawarkan barang dagangan mereka; ikan, daging, ayam, sayuran, buah-buahan dan sebagainya. Para pembeli sibuk memilih dan menawar harga barang-barang yang hendak mereka beli.

Timmy sangat asyik memperhatikan kegiatan jual-beli tersebut. Tiba-tiba Timmy melihat seorang ibu yang tampak kebingungan di depan sebuah toko beras. Ia membuka tas belanjaannya dengan terburu-buru. Dengan panik ia mencari-cari sesuatu di dalamnya. “Apakah ia kehilangan sesuatu?” pikir Timmy. Saat itu juga mata Timmy menangkap seorang anak laki-laki sebayanya yang membungkuk dan memungut sesuatu tidak jauh dari ibu itu. Lalu anak itu segera pergi. Merasa ia tidak boleh diam saja menonton kejadian itu, ia lalu mengejar anak laki-laki itu. Timmy berhasil mendekatinya.

Posted in Aktivitas Sekolah Minggu, Artikel Motivasi, Cerita Anak Sekolah Minggu
Tags: , ,

KEMURAHAN

Roma 2:4 & 9:22

KEMURAHAN

by: cerita alkitab

Kata “kemurahan” dalam bahasa Yunani yang dipakai dalam perikop Alkitab ini ialah krestotes, yang dalam bahasa Inggris diartikan sebagai kindness, loving-kindness, dan mercy.

Kemurahan merupakan kebajikan manusia dan sifat Allah. Allah telah bersikap murah hati dan berbelas-kasih terhadap manusia; misalnya, Dia telah berbuat banyak kebaikan dan memberikan hal-hal yang baik kepada kita dan manusia lainnya. Sifat inilah yang disebut sebagai sifat kemurahan Allah (Roma 2:4 dan 9:22). Allah Bapa kita yang murah hati juga menuntut agar kita sebagai anak-anak-Nya memiliki sifat yang sama (2Korintus 6:6).

Posted in Ajaran Kristen, Baca Alkitab
Tags: , ,