By Cerita Alkitab

Matius 7:1-6

Biasanya kita melihat kelemahan orang lain lebih cepat dan lebih jelas dibanding melihat kelemahan dan kesalahan diri sendiri. Jika teman atau saudara kita berbuat suatu kesalahan, maka kita bisa langsung melihatnya. Tapi jika orang lain memberitahukan kesalahan kita, seringkali bibir kita berat untuk berkata dan mengakui bahwa memang kita berbuat kesalahan itu.

Anak-anak, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kita tidak boleh lebih cepat menghakimi orang lain daripada menghakimi diri sendiri. Tapi ini bukan berarti kita sama sekali tidak boleh memberi penilaian kepada apa yang kita lihat. Tapi yang dimaksudkan Tuhan Yesus adalah penilaianmu kepada orang lain jangan lebih kejam dibanding pada diri sendiri. Karena kita sering mudah memaafkan kesalahan diri sendiri dan sulit memaafkan kesalahan orang lain.

Lalu bagaimanakah kita menilai orang lain dan diri sendiri dalam hidup kita? Kita boleh menilai dengan benar. Yaitu apa yang berharga harus kita hargai tepat. Jangan kita salah memberikan penilaian. Sehingga kita bisa belajar mencintai yang dicintai Tuhan dan membenci apa yang dibenci Tuhan.

Temukan lebih lanjut
Apa yang harus dilakukan supaya seseorang bisa menilai dengan benar? (ay.5)

Doa                                                                                                                                                      
Bapa di surga, ampuni saya ketika lebih cepat menegur orang lain daripada menegur diri sendiri. Tolonglah saya untuk lebih sadar akan kekurangan saya sendiri. Dalam nama Tuhan Yesus, saya berdoa. Amin.

Lakukan                                                                                                                              
Ketika kita melihat kelemahan orang lain, maukah engkau menegurnya dengan kasih? Dan sebaliknya ketika ada orang yang menegur kesalahanmu, jangan langsung menghindar dan membela diri, tapi maukah engkau menerima dengan kasih juga.

Cerita Alkitab :: Renunganku :

Sumber Dari Pelitaku edisi 5